Enggak perlu risau saat harga cabe rawit meroket, tinggal petik aja!. Bagi yang suka bercocok tanam mungkin bisa mulai memikirkan untuk menanam cabe rawit sendiri di rumah. Bukan hanya mempercantik taman dengan buahnya yang berwarna merah, cabe juga dimanfaatkan untuk pelengkap masakan di rumah.
Tidak sulit untuk menanam cabe rawit sendiri di rumah. Hanya perlu beberapa langkah sederhana, seperti apa caranya menanamnya, berikut langkahnya!
Cara Menanam Cabe Rawit di Pot
1. Siapkan Pot dan Isi dengan Media Tanam
Untuk menanam cabai, pilihlah pot yang berlubang. Pot jenis ini punya sistem drainase yang baik sehingga air dapat keluar dari pot dan tidak membuat tanaman jadi busuk.
Isi pot dengan media tanam hingga menyisakan 5-10 cm dari bibir pot.
Baca Juga : Cara Menanam Tomat di Lahan, Pot, dan Polybag. Sangat Mudah!
2. Sebar Bibit Cabai
Langkah selanjutnya bisa langsung menyebar bibit cabe dengan jarak 5-10 cm. Setelah itu tutup dengan media tanam.
Bibit cabe bisa dibuat sendiri dari biji cabai. Caranya, bisa mengambil biji cabe dari cabe yang sudah matang dan merah. Rendam cabai dalam campuran air hangat dan bawang merah yang sudah dihaluskan. Diamkan selama semalam.
Keesokan harinya, ambil biji cabai yang tenggelam lalu keringkan. Biji cabe kini sudah jadi bibit cabe siap tanam.
3. Siram dengan Air Bersih
4. Jauhkan dari Paparan Sinar Matahari Langsung
Sinar matahari memang dibutuhkan tanaman untuk berfotosistensis, namun untuk proses pertumbuhan awal, kelembapanlah yang lebih dibutuhkan. Oleh karena itu, harus menjauhkan pot berisi bibit cabe dari paparan sinar matahari langsung.
5. Pisahkan Bibit Tanaman
Jangan lupa untuk melakukan penyiraman sebanyak dua kali sehari dengan menggunakan semprotan.
Selain cabe bisa ditanam di dalam pot, cabe juga bisa ditanam didalam polybag loh! Berikut langkahnya.
Cara Menanam Cabe Rawit di Polybag
Menanam cabe rawit sangatlah mudah dan menguntungkan. Ketika cabe lain bisa dilakukan pada ketinggian 0 - 2000 meter di atas permukaan laut dengan suhu 24 - 27 derajat celcius, maka cabe rawit tidak demikian.
Menanam cabe rawit bisa dilakukan dengan mudahnya karena tanaman ini bisa tumbuh dan mudah beradaptasi dengan lingkungan.
1. Memilih Bibit Unggul
Jika ingin menanam cabe rawit dari bibit, pastikan memilih cabe rawit yang unggul. Bibit unggul akan membuat tanaman cabe rawit bisa bertahan hidup dengan lebih baik.
Ketika menanam cabe rawit dengan bibit unggul, tanaman akan tetap tahan dan tak mati meski dipindahkan. Bibit yang jelek bisa mati ketika dipindahkan ke tempat lain saat melakukan proses persemaian menuju proses penanaman.
2. Persemaian Cabe Rawit
Proses menanam cabe rawit selanjutnya adalah persemaian. Persemaian sendiri bisa diawali dengan merendam biji cabe ke dalam air yang masih hangat dan biarkan 30 menit.
Jika sudah, bisa melanjutkan proses perendaman dengan menggunakan larutan perangsang akar dan dilakukan selama 1 hari dan 1 malam. Jika biji terlihat mengapung, maka lebih baik biji dibuang dan tak digunakan.
Untuk wadah semai, bisa menggunakan bak plastik yang pada bagian wadah dilubangi dengan ukuran diameter 10 cm. Untuk media semai, bisa menggunakan pasir serta pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Jika sudah, siramlah menggunakan cairan perangsang akar.
Untuk menanam cabe rawit di proses ini, bisa melakukannya dengan memberi jarak antar biji cabe. Hal ini dilakukan agar ketika dipindahkan ke polybag, benih cabe bisa dicabut dengan mudah.
3. Proses Penanaman Cabe Rawit
Untuk proses ini, pertama siapkanlah media tanamannya terlebih dahulu. Bisa mencampurkan tanah dengan pupuk kandang yang juga sudah ditambahkan pupuk kompos. Dalam memakai media tanam ini, buatlah perbandingan 1:1:1.
Jika sudah, masukkanlah media tersebut ke dalam polybag dengan diameter 30 cm. Perlu diingat bahwa media tanam ini harus disiapkan sejak 2 minggu proses penanaman cabe rawit dimulai. 1 minggu pada saat pra menanam cabe, media harus disiram dengan menggunakan larutan perangsang pertumbuhan tanaman.
Jika sudah siap, maka bisa memilih bibit yang berkualitas dan silakan cabut benih dari tempat persemaian untuk dipindahkan ke dalam polybag.
Agar akar cabe rawit tidak rusak dalam proses pemindahan, sebelumnya media tanah dalam polybag harus dilubangi terlebih dahulu dengan menggunakan jari. Pastikan ukuran lubang lebih besar dari ukuran benih ya.
4. Proses Panen Cabai Rawit
Proses ini pastilah yang paling ditunggu dari rangkaian cara menanam cabe rawit.
Tanaman cabe rawit sendiri bisa berbuah pada usia 3 bulan dan bisa dipanen ketika usianya mencapai 6 bulan. Usia dari tanaman cabe rawit sendiri bisa mencapai 24 bulan dengan bisa mengalami 15 hingga 18 kali panen.
Meski demikian, perlu diketahui bahwa semakin tua tanaman maka produktivitasnya pun bisa semakin rendah.
Jadi, tanaman cabe tentunya bisa menjadi tidak ekonomis lagi ketika dipelihara. Hal tersebutlah yang membuat tanaman ini hanya dipelihara hingga usia 12 bulan saja.
Nah itu dia cara menanam cabe rawit di pot dan juga polybag. Selamat menanam!




Komentar
Posting Komentar