Ketika Allah Taala telah melindungi dan membela seorang hamba yang dicintai-Nya maka tidak ada satupun makhluk yang dapat mencelakainya. ada tiga jenis manusia yang senantiasa mendapat perlindungan dan pembelaan Allah SWT. Maka ketika ada orang-orang yang mencoba menyakiti hamba tersebut sejatinya orang-orang itu berhadapan dengan kemungkaran Allah SWT. Siapa saja mereka?
Pertama, orang yang senantiasa menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. orang yang istiqamah menyerupada kebaikan dan mencegah kemungkaran mendapatkan jaminan berupa perlindungan Allah azza wa jalla dari setiap musuh yang mecoba untuk mencelakainya.
Baca Juga : Amalkan, Semua Pintu Rezeki Terbuka Hanya Membaca Surah Ini
Kedua, orang-orang yang jujur. Allah SWT menjamin perlindungan kepada orang-orang yang jujur dalam setiap urusan. Allah SWT akan membela orang yang jujur dari upaya jahat orang-orang yang zalim. maka orang yang zalim terhadap orang-orang ynag jujur sejatinya berhadapan dengan kemungkaran Allah ta'ala.
Ketiga, anak yatim. Dalam sejumlah ayat Al Qur'an, Allah SWT memrintahkan hambanya untuk memuliakan anak yatim. memuliakan anak yatim dapat dilakukan dengan cara memastikan sandang, pangan, dan papannya terpenuhi, menjamin pendidikannya, menggembirakan hatinya, dan jika itu tidak mampu dilakukan minimal kita tidak menyakiti anak yatim.
Baca Juga : Tikus Ada Dalam Mimpi Anda? Hati-hati Pertanda Buruk, Ini Kata Ustadz Khalid Basalamah
Sebab orang yang menyakiti anak yatim sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya. Pada surat Al Ma'un bahkan dijelaskan orang yang menghardik atau menyakiti anak yatim adalah termasuk pada orang yang mendustakan agama. karena itu berhati-hati agar jangan sampai sekali-kali menyakiti anak yatim. Sebab ketika anak yatim merasa tersakiti maka tangisannya bisa mengguncang 'Arasy. Dan pintu neraka terbuka sangat luas bagi orang yang menyakiti anak yatim.
Tiga jenis orang yang mendapatkan pembelaan dan perlindungan Allah SWT ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW ketika berpesan kepada sahabat Ali bin Abi Thalib sebagaimana tertulis dalam kitab Washiyat Al-Musthafa yang disusun Syekh Abdul Wahab bin Ahmad bin Ali bin Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Musa Asy Syarani al-Anshari asy-Syafi'i asy-Syadzil al-Mishri atau dikenal sebagai Imam asy-Syarani.
Wallahualam Bishawabi.

Komentar
Posting Komentar